Rabu, 18 Desember 2013

GEREJA ALLAH Vs gereja duit



 GEREJA ALLAH Vs gereja duit



Kata Pembuka

Buku ini tidak bertujuan untuk menyudutkan, melecehkan, ataupun mendeskreditkan gereja maupun aliran kristiani tertentu, melainkan ingin mengajak para pembaca untuk turut merenungkan lebih dalam lagi, gereja mana yang lebih sesuai untuk pertumbuhan rohani Anda.

Tidak bisa disangkal lagi, dewasa ini gereja tumbuh subur seperti jamur di musim penghujan. Setiap minggu ada saja gereja yang dibuka atau dibangun, entah di hotel berbintang lima atau di perumahan. Gereja didirikan seperti kios-kios di shopping mall yang berlomba-lomba mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya demi memenuhi "target penjualan".

Berbagai metode dan cara diterapkan sebagai usaha gereja untuk saling menggaet domba-domba dari gereja-gereja yang sudah berdiri sebelumnya. Dengan begitu banyaknya tawaran yang menarik dan iming-iming yang membuai hati itu, apakah

Anda sebagai umat tidak goyah dan tergoda untuk pindah gereja atau masuk ke gereja yang baru tersebut?

Pindah gereja saat ini sama seperti ganti baju, karena prosesnya yang begitu mudah dan cepat. Bahkan acap kali tanpa melalui proses perenungan secara mendalam dan saksama, "Apakah pindah gereja itu berfaedah bagi pertumbuhan rohani saya? Apakah yang ditawarkan oleh gereja baru itu sesuatu yang benar-benar baru? Ataukah sebenamya sama saja seperti yang sudah didapatkan sekarang ini, hanya berbeda bungkus dan verpackingnya?

Ajaran Tuhan Yesus maupun Alkitab-Nya sudah lebih dari dua ribu tahun usianya, dan tidak pemah mengalami proses kadaluarsa, tetap abadi sepanjang zaman. Karena itu, cobalah renungkan dan tanyalah pada diri sendiri, adakah sesuatu yang baru yang bisa diajarkan atau ditambahkan pada gereja-gereja baru sekarang ini?

Sukar sekali bagi kita orang awam untuk mengetahui dan membedakan gereja mana yang benar dan gereja mana yang sesat; gereja mana yang benar benar bisa membawa kita lebih dekat kepada Allah dan gereja mana yang bisa menyesatkan kita dengan berbagai macam ajaran palsu, di mana Allah hanya menempati posisi sebagai Wakil Presiden, sementara yang menjadi Presiden adalah mamon alias berhala.

Anda bisa saja mempunyai tujuan yang tulus, bersih, dan benar-benar murni ingin mencari Allah dan lebih mendekatkan diri kepada Yesus, tetapi percayalah bila Anda salah pilih gereja, hal sebaliknyalah yang akan terjadi.

Renungkanlah, bila gembalanya sesat, otomatis domba-dombanya pun akan turut menjadi sesat. Sebagai contoh, kasus yang belum lama ini terjadi di Bandung, di mana banyak dombanya dimanfaatkan dan disesatkan oleh gembalanya. Saya yakin dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan umatnya, karena mereka adalah orang awam yang tidak mempunyai pendidikan atau latar belakang "teologi", sehingga akhimya di "tolol-egi" oleh gembalanya sendiri.

Oleh sebab itu, sebelum hal ini terjadi, pilihlah gereja yang benar dan yang baik sehingga di gereja tersebut Anda bisa bertumbuh secara rohani, semakin dibentuk menjadi bejana nan indah, semakin serupa dengan Yesus.

Anda mungkin bertanya, bagaimana saya sebagai orang awam harus memilih gereja yang tepat, yang sesuai, dan yang mendukung pertumbuhan kerohanian saya di antara sekian banyak pilihan yang menjanjikan tersebut?

Buku ini akan menjawab pertanyaan Anda.

Saya harapkan buku ini dapat dijadikan pemandu untuk memilih gereja yang benar dan tepat, serta mendukung pertumbuhan rohani Anda, karena itulah tujuan utama dari penulisan buku ini. Dengan menjadi jemaat di gereja yang benar, yang sesuai dengan pilihan Anda, maka semakin besar pulalah kasih maupun sukacita Anda saat datang ke hadirat Tuhan di gereja tersebut.

Selasa, 17 Desember 2013

Waspadalah terhadap sekte anti Kristen

Waspadalah! Inilah sekte anti-Kristen menggunakan nama ‘Gereja
Berbagai cara dilakukan kelompok-kelompok anti-Kristen untuk menjatuhkan Kekristenan. Selain dengan menantang langsung Kekristenan, mereka juga menyerang dengan memasukkan hal-hal yang memiliki nilai-nilai Kekristenan.

Salah satunya adalah dengan menyalahgunakan kata ‘Gereja’ yang dipelintir sebagai bagian dari penyesatan mereka.
Kata ‘Gereja’ yang secara umum berarti tempat berkumpulnya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kini seolah mudah untuk dikaitkan dengan berbagai hal, meski itu berlawanan dengan makna sejati dari ‘Gereja’ itu sendiri.

Dengan tujuan utama untuk membingungkan dan menyesatkan umat Kristen dan orang-orang yang belum mengenal Kristen secara jelas. Berbagai alasan diajukan untuk membela dan mengesahkan usaha penyesatan mereka, diantaranya untuk menjatuhkan, menjelekkan dan menertawakan Kekristenan yang mereka nilai terlalu kolot. Selain juga dengan alasan untuk mengekspresikan perlawanan mereka terhadap gereja dan Kristen dan ajang parodi yang mencari perhatian.

Berikut adalah sebagian kecil daftar agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan baru, yang menjadikan kata ‘Gereja’ sebagai bagian dalam agama dan kepercayaan mereka, baik agama dan kepercayaan yang nyata maupun parodi (fiksi). Walau dinilai berlawanan dengan Kekristenan, jutaan orang telah mengikuti ajaran-ajaran sesat ini. Diantaranya adalah:

Landover Baptist Church (Gereja Baptis Landover), sebuah gereja parodi dari kaum atheis dan agnostik di Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyinggung umat Kristen Fundamental (Gereja Baptis dan Gereja Injili) yang mereka anggap tertutup dengan dunia luar. Gereja fiksi yang memiliki situs resmi ini, dijadikan sarana mengejek dan menjatuhkan nilai-nilai Kekristenan oleh kaum anti-Kristen. Mayoritas ejekan mereka tidak memiliki dasar yang kuat.

Minggu, 15 Desember 2013

Persepuluhan by Pdt Ir Herlianto Mth



"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan" (Maleakhi 3:10).

Beberapa waktu yang lalu, ketika melayani di kota Medan ada berita mengagetkan dimana ada pendeta di suatu gereja yang menuntut 40% dari persepuluhan yang diterima gereja dengan alasan seharusnya ia menerima 110%, karena bani Israel yang tinggal 11 suku mempersembahkan 11X10% menjadi 110%.

Penyesatan Terselubung Dalam Gereja

Artikel ini bukan dimaksudkan untuk menyerang gereja lain atau individu. Juga bukan bermaksud untuk meninggikan diri seolah-olah kami adalah pribadi yang paling benar dan sempurna. Bila kita berpikir demikian itu berarti kita telah tertipu oleh iblis dan dalam penguasaan kuasa kegelapan. Sangat memprihatinkan, dalam kenyataannya kita temukan kecenderungan sikap demikian. Terdapat orang-orang yang suka menyerang pihak lain, baik terhadap individu perorangan atau gereja sebagai kelompok atau komu-nitas. Kita harus berhenti bersikap demikian. Kita harus menerima bahwa mereka yang memiliki kekurangan atau bahkan penyimpangan sesungguhnya juga saudara kita. Dengan doa dan tindakan kasih, kita seharusnya mengembalikan mereka ke jalan kebenaran tentu disertai Roh yang lemah lembut.

Persembahan Buah Sulung


Persembahan Buah Sulung diberikan sebagai ucapan syukur atas panenan yang diperoleh, maka petani Israel menyerahkan sebagian hasil panennya kepada Allah. Pada waktu semula mereka persembahkan buah-hasil yang pertama. Di waktu kemudian sering terjadi, bahwa yang mereka persembahkan adalah yang kwalitatif terbaik (lebih-lebih gandum, buah anggur, buah jaitun, bulu domba). Bagian panen yang pertama itu disiapkan untuk kenisah atau untuk para imam.

Dalam penerapannya dewasa ini di sebagian gereja-gereja. Persembahan buah sulung adalah "Hasil Pertama Penghasilan" sering diistilahkan sebagai "Buah Sulung" dalam ajaran denominasi gereja aliran tertentu. Saya tidak membicarakan soal kerelaan atau ketidak-relaan memberi persembahan, tetapi ulasan di bawah ini membicarakan tentang Kewajibannya yang tertulis dalam Alkitab. Dan, saya juga tidak melarang orang memberikan persembahan, tetapi mengungkapkan suatu ajaran/ ketentuan yang dibuat gereja tertentu yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam Alkitab.